Kata Mutiara Jalaluddin Rumi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


https://www.muhammadhabibi.com/2018/12/Kata-Mutiara-Jalaluddin-Rumi.html
Sebelumnya izinkanlah kiranya saya menceritakan sedikit kisah tentang sang Maestro Syair dalam kehidupan dunia sufi. Dan ia "Jalaluddin Rumi" merupakan salah satu tokoh yang fenomena dalam perjalanan spritual sang murid dalam menuju puncak cintaNya. Ia lah salah satu insprisi saya dalam menukilkan syair dan kisah di dalam hidup, dan dengan kecintaan saya pada beliau mari kita doa'kan semoga beliau menjadi hamba yang di cintai dan kekasih Allah Azza wa Jalla.  Dan semoga pula dengan semua karyanya kita mendapatkan hikmah dan hidayah dari Allah SWT.

Nama aslinya adalah Maulana Jalaluddin Rumi Muhammad bin Hasin al Khattabi al- Bakri atau yang sering pula kita sebut Jalaluddin Rumi adalah merupakan seorang penyair sufi yang lahir di Balkh (sekarang yang disebut Samarkand) pada tanggal 6 Rabiul Awwal pada tahun 604 Hijriah, atau bertepatan pada tanggal 30 September 1207 Masehi. Ayahnya masih dalam keturunan Abu Bakar, yang bernama Bahaudin Walad. Sedangkan ibunya berasaldari keluarga kerajaan Khwarazm. Ayah Rumi merupakan seorang cendekia yang sangat saleh, ia mampu berpandangan kedepan, dan merupakan seorang guru yang terkenal di Balkh.

Pada tuhan 1244 M, Jalaluddin Rumi bertemu dengan seorang Syekh spiritual yaitu Syekh Syamsuddin dari Tabriz, yang mengubahnya menjadi sempurna dalam ilmu Tasawuf. Setelah gurunya Syekh Syamsuddin wafat, Jalaludiin Rumi kemudian bertemu dengan Husamuddin Ghalabi, dan mengilhaminya untuk menuliskan pengalaman Spiritualnya dalam karyanya yang sangat terkenal yaitu “Matsnawi al Ma’nawi. Ia pun mendiktekan karyanya tersebut kepada Husamuddin sampai akhir hayatnya pada tahun 1273 M.

Melalui puisi-puisinya Jalaluddin Rumi menyampaikan bahwa pemahaman atas dunia mungkin hanya bisa didapat lewat cinta, bukan semata-mata lewat kerja fisik saja. Dalam puisinya Jalaludiin Rumi juga senantiasa menyampaikan bahwa Tuhan sebagai satu-satunya tujuan dan tidak ada yang menyamainya.

Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah :

“Jangan tanya apa agamaku. Aku bukanlah yahudi, dan bukan zoroester, bukan pula islam. Karena aku tahu, begitu suatu nama tersebut olehku, kau akan memberikan arti yang lain dari pada makna yang hidup di hatiku”.

Berikut adalah merupakan kumpulan dari kata-kata mutiara Jalaluddin Rumi :

“Setiap saat mengandung seratus pesan dari Tuhan, Pada setiap kali seruan “Oh, Tuhan,”  Dia menjawab seratus kali, “Aku di sini”.

“Tuhan menaburkan cahayaNya kepada segenap manusia. Bahagialah bagi mereka yang telah menadahkan kain untuk menerimanya”.


"Seperti halnya Nabi Adam dan Hawa yang melahirkan sekian banyak jenis, Cinta itupun lahir dalam sekian banyak bentuk. Lihatlah, dunia ini penuh dengan lukisan, namun dunia tidak memiliki bentuk".

“Bagi mata yang terang cinta adalah keajaiban cahaya abadi, meskipun dalam wujud kasar ia adalah bentuk dan kedirian”.

“Isilah hatimu dalam percakapan dengan orang yang selaras dengan kata hatimu, carilah kemajuan rohani dari orang yang telah maju”,

“Jika pelita mengambil cahayanya lilin setiap orang yang melihat pelita itu tentu akan melihat lilin, baik melihat cahaya Tuhan dari pelita para KekasihNya, atau melihat cahayaNya dari lilin mereka yang sudah terdahulu”.

“Persahabatan yang suci menjadikanmu seorang dari mereka, sekalipun engkau batu atau pualam, engkau akan menjadi permata bila engkaumenjadi tingkat manusia perasa”.

“Ketika diriku jatuh cinta diriku merasa malu terhadap semua, itulah yang bisa diriku  katakan tentang cinta”.

“Sejak aku dengar tentang cinta ku manfaatkan hidupku, hatiku dan mataku di jalan ini, aku pernah berpikir bahwa cinta dan yang di cintai itu berbeda, kini aku mengerti bahwa keduanya sama”.

"Jadilah kekasih untuk dirimu sendiri! Lampaui lah dua dunia. Dan tinggalah di kediaman sendiri! Pergi, janganlah mabuk dengan anggur dan kecongkakan – kecongkakan itu! Lihatlah kilauan wajah itu dan sadarkanlah akan dirimu sendiri".

"Meskipun diriku diam tenang bagaikan ikan, Tapi diriku gelisah pula bagai ombak didalam lautan".

"Bila tidak ku nyatakan keindahanMu didalam kata, akan kusimpan kasihMu didalam dada".
"Ketahuilah, apapun yang menjadikan dirimu tergetar, itulah yang terbaik untukmu! Dan karena itu pulalah, qalbu seorang pecintaNya lebih luas dari pada SinggasanaNya".

"Pakailah kesyukuranmu seolah itu adalah jas pelindung bagimu, niscaya syukur akan senantiasa memberi kepuasan di setiap aspek kehidupanmu".

"Perpisahan hanyalah untuk orang-orang yang mencintai dengan mata kasarnya, karena untuk orang yang mencintai dengan mata hati dan jiwanya, takkan ada kata perpisahan".

"Dunia manusia itu adalah batin yang memiliki kemegahan. Karena itu duhai para sahabat, mungkinkah engkau akan menjadi bijak, sementara yang relatif terus saja engkau jadikan pujaan...?

Sebuah karya dari Jalaluddin Rumi
Di tulis ulang oleh : Muhammad Habibi

Post a Comment

7 Comments

  1. Sangat suka setiap kali membaca karya Jalaluddin Rumi.
    karna karyanya banyak mengkritik kehidupan yang hanya melihat dunia smata dan hanya melihat yang tampak saja.

    Sukses trus dalam berkarya akhi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih telah mampir ke blog saya...
      Semoga kita bisa jadi hamba yang lebih baik lagi...

      Delete
  2. Amin. Sukses terus dalam berkarya:)

    ReplyDelete
  3. Pakailah kesyukuranmu seolah itu adalah jas pelindung bagimu, niscaya syukur akan senantiasa memberi kepuasan di setiap aspek kehidupanmu

    Mantap

    ReplyDelete

"Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan".