Pengertian Tasawuf dan Hakikatnya

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
https://www.muhammadhabibi.com/2019/01/pengertian-tasawuf-dan-hakikatnya.html

Menurut Syekh Abu Nashr as-Sarraj –rahimahullah beliau berkata: Adapun pengertian tasawufdan hakikatnya adalah sebagaimana yang pernah dikemukakan oleh Muhammad bin Ali al-Qashshab – rahimahullah yang tak lain ia adalah guru al-Junaid al-Baghdadi, ketika ditanya tentang tasawuf.

Kemudian Muhammad bin Ali al-Qashshab – rahimahullah berkata, “Tasawuf itu adalah merupakan akhlak yang mulia, yang muncul di zaman yang mulia serta dari tangan seorang yang mulia dan bersama kaum yang mulia pula.”

Al-Junaid al-Baghdadi -rahimahullah juga pernah ditanya tentang tasawuf, kemudian ia menjawabnya, “Tatkala engkau bersama Allah dengan tanpa ada perantara.”

Ruwaim bin Ahmad juga pernah ditanya tentang tasawuf kemudian ia menjawab, “Tasawu fadalah melepaskan jiwa bersama Allah sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.”

Tatkala Samnun bin Hamzah rahimahullah ditanya tentang tasawuf ia menjawab, “Hendaknya engkau merasa tidak memiliki sesuatu dan tidak pula dikuasai sesuatu.”

Abu Muharhmad al-Jariri rahimahullah ditanya tentang tasawuf, kemudian ia menjawab, “Tasawuf adalah masuk dalam lingkaran akhlak mulia dan keluar dari akhlak yang rendah.”

Amr bin Utsman al-Makki rahimahullah juga pemah ditanya tentang tasawuf, maka ia menjawab, “Hendaknya seorang hamba setiap saat berada pada sesuatu yang lebih utama dalam waktu tersebut.”

Ali bin Abdurrahim al-Qannad rahimahullah ditanya tentang tasawuf, maka ia menjawab, “Tasawuf ialah menyebarkan kedudukan spiritual (sehingga tidak terpaku dengan kedudukan Spiritual tertentu) dan mclanggengkan komunikasi dcngan Allah SWT.

Sumber : Kitab Al-Luma'
Karya : Syekh Abu Nashr as-Sarraj
Ditulis ulang oleh : Muhammad Habibi

Post a Comment

0 Comments